RINDU

Tiba-tiba rasa sebak menggumpal di dada

merobek pedih tangkai hati

entah mengapa saat ini rindu menggunung

merasuk kalbu pilu penuhi seluruh ruang sedarku

 

pergimu sekelip mata

sepertinya ada sebenarnya tiada

sehingga kini aku masih tidak dapat terima

kehilanganmu

kadang aku ingin pulang

dan ternampak engkau

menyongsong sambut kami pulang

 

demi sesuap nasi

engkau bergegas ke sawah padi

sebentar lagi ke bukit di kebun getahmu

pada hari malang itu

engkau tersepit antara

tebing bukit dan kereta putih

anakmu terduduk hanya mampu menangis

mujur ada orang kampung

menolong pada saat segalanya sudah terlambat

lapan tahun lalu

 

andai dapatku putar waktu

tak ingin ia berlaku

pergimu umpama patah dahan kayu

tempat bergantung

 

air mata tumpah

tak dapat ditampung  lagi

gigi berkerip menahan tangis

memecah sunyi alam

 

 

belum reda tangis kesalku

sang kakak dipanggil pulang

pada saat kemelut berjuraian

ampun maaf tak sempat diungkap

 

kadang kita terfikir

mungkin jalan penghidupan

terlalu banyak liku dan dosa

hingga orang tersayang

dipanggil pulang dan kita

menanggung rindu

 

meski tawa menghias bibir  gurau senda di sana sini

itu cumanya palsu belaka penawar kala duka

 

KIMS DIWA

SMK Penangah, Telupid

21 Ogos 2018

# Kredit NST: Tersiar pada 02 September 2018

Leave a Reply